Kata ibuku, keadilan itu bagai bayangan. Yang tampak terlihat tetapi tak nyata. Semua mengira keadilan itu hanya sebatas kata yang terpapang di Pancasila.
"Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia"Tapi apalah adanya. Pancasila hanya sebatas penghias disetiap dinding tetapi tak dipraktekkan secara langsung. Saat ini, rakyat Indonesia sangat memerlukan keadilan yang semestinya mereka dapat. Keadilan yang dapat melindunginya dari setiap kejadian yang bertentangan dengan kenyataan.
Banyak sekali orang yang tak bersalah ditangkap oleh 'yang berwajib' tetapi orang yang benar-benar salah berkeliaran di muka bumi. Inilah contohnya, dimanakah letak keadilan sesungguhnya jika aparat pemerintah sendiri tak berlaku adil?
Aku merasakan bahwa hak untuk mendapatkan keadilan telah tertindas. Semuanya dimusnahkan dengan rayuan dunia semata.
Aku bertanya, apakah keadilan itu bisa dibeli?
Aku selalu membela teman-temanku oleh guru yang berlaku salah atau tidak adil. Aku selalu memberanikan diri untuk membilang bahwa jawaban yang guru berikan itu salah sehingga aku dan teman-teman mendapat nilai yang sempurna. Aku selalu membela keadilan.
Karena, didalam hati nuraniku menyatakan bahwa jika kita menginginkan keadilan kita harus berlaku adil.
Aku yakin tak ada orang yang tak berlaku tidak adil di muka bumi ini. Tetapi aku yakin bisa menguranginya untuk membebaskan hak-hak orang lain. Aku yakin banyak orang yang menyalahgunakan hak orang lain untuk kesenangan dirinya semata. Aku yakin bahwa ketidakadilan itu tak ada musnah karena keadilan sejati itu hanya berasal dari Illahi Rabbi. Aku yakin itu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar